Senin, 26 Mei 2014

Ketika Orang Dengan Mudah mengatakan Dirinya Mencintai Allah

Ketika orang dengan mudah mengatakan dirinya mencintai Allah ... 
Diteriakannya keras-keras pernyataan cinta itu sehingga orang lain tahu ... 
Tapi apakah mereka tidak merenung kata-katanya itu mengandung konsekuensi besar ... 
Lebih berbahaya lagi apabila pernyataan cintanya kepada Allah kepada orang-orang mengandung maksud riya' dan membanggakan diri ditambah itu hanya dari mulut tidak dari hati ... 

Aku menatap ke dalam diriku sendiri ketika orang-orang menriakan dirinya mencintai Allah ... 
Apakah ada dalam diriku untuk-Nya? 
Aku malu menyatakan aku mencintai Allah yang hati dan diri ini masih menjadi hamba nafsu ... 
Aku takut berdusta menyatakan diri ini mencintai Allah yang boleh jadi hati ini belum tertunduk patuh dan masih lalai dan tidak peduli pada petunjuk-petunjuk-Nya ... 
Jikapun aku mencintai Allah cukuplah diriku sendiri yang mengetahui ... 

Cukuplah Kau Ingat Aku Dalam Tahajjudmu

Mungkin kau bahkan tak mengizinkan hatimu untuk merindukanku ... 

Akupun pahami itu ...
Karena kau tak ingin merusak bangunan cintamu dengan-Nya ...

Cukuplah kau ingat aku dalam tahajjudmu ... 

Dalam do'a-do'amu ..

Ya Allah ...
Dalam setiap sujudku meminta dalam setiap lantunan do'a ...
Hanya kepada-Mulah tempatku mencurahkan rasa ... 

Ya Allah ... 
Sebagai hamba-Mu yang tak sempurna, sempurnakanlah agamaku dengan kehadirannya ... 
Aku selalu menanti dalam sujudku ... 


Rifalzha Arya Devatta (disunting)

Sabtu, 24 Mei 2014

Ketika Cinta Terpenjara Dalam Kata

Sering kita memenjarakan cinta dalam kata, sebuah kamar penjara yang seolah-olah indah dan penuh kesempurnaan.

  • Saling menagih kebahagiaan,
  • Saling meminta kesenangan, 
  • Saling memohon kesetiaan,
  • Saling menuntut kesetiaan
Cinta dan keraguan itu tidak pernah saling bersapaan.
Cinta tanpa pembaharuan diri setiap hari maka akan menjadi kebiasaan lalu menjelma menjadi perbudakan, budak kejenuhan.
Dan apabila cinta disesaki oleh keinginan, keinginan tersebut jauh panggang dari api yang tersisa hanya keangkuhan yang bertopeng seulas senyuman.

Terkadang kita lupa bahwa nilai-nilai yang melekat pada cinta adalah ketulusan, keikhlasan dalam penerimaan.

Terinspirasi dari Tulisan Aas Marissa di Facebook yang saya (Riyandi) sunting.

Senin, 19 Mei 2014

Si Marno dan Si Jupri

Si Marno dan Si Jupri ...
Mereka bertengkar, adu mulut dan kalau tidak malu mungkin mereka adu jotos juga ...
Gara-gara pilihan capresnya berbeda ...
Si Marno dukung Prabowo dan Si Jupri Dukung Jokowi ...

Si Marno Mencela Jokowi capres boneka, bonekanya Ibu Mega ...
Jokowi keturunan cukong Cina, kafir Orientalis Kapitalis ...
Jokowi ingkar janji, belum berhasil membenahi Jakarta sudah berani nyapres ...
Macet tetap macet, banjir tetap banjir, sibuk blusukan sampe lupa kerja ...
mau dibawa kemana Indonesia? katanya

Si Jupripun panas hati, mendengar capres jagoannya dicaci maki ...
Si Jupri yang panas hati balas mencaci maki ...

Prabowo pelanggar HAM berat ...
Pewaris sampah orde baru, yang dibuang dari keluarga cendana ...
Memimpin rumah tangga saja tidak becus,apa lagi memimpin negara ...
Perusahaannyapun terancam gulung tikar dan karyawannya 5 bulan tidak gajian ...
Orang yang bertanggungjawab atas penculikan aktivis-aktivis anti orde baru ...

Si Marno dan si Jupri sama-sama panas hati ...
Saling menyumpahi ...
Saling umpat ...
dan aku nyengir-nyengir sendiri melihat dua orang tolol ini ...

Penulis Amatir

Mau nulis apa ya hari ini? :D kadang kita semangat ingin membuat sebuah tulisan tetapi tidak ada ide apa yang ingin ditulis. Tulisan tentang motivasi sudah banyak, tulisan tentang kesehatan paling copast hihihi, tulisan tentang pendidikan agama sudah banyak juga. Ingin menampilkan sesuatu yang berbeda, yang lebih kreatif lain dari yang lain tapi SUSAHHHHNYAA minta amplop yang isinya 9 Milyar $US (karo dirupiahin berapa ya? :p)...

Tulislah apa yang ingin ditulis, apapun itu. Sebisa mungkin tidak copast karya orang lain, itu lebih baik. :)

Sabtu, 17 Mei 2014

Kehidupan Mengajarkan Keikhlasan dan Kesabaran

Ketika seseorang bertanya, "Bagaimana saya supaya bisa belajar ikhlas dan sabar?" atau "Dimanakah saya bisa belajar tentang keikhlasan dan kesabaran?" mungkin juga bertanya "Siapakah orang yang bisa mengajarkan saya tentang keikhlasan dan kesabaran?"

Kehidupanlah yang mengajarkan kita tentang keikhlasan dan kesabaran itu. Baik kehidupan kita sendiri maupun kehidupan orang lain. Buka mata, buka telinga, buka pikiran, buka hati dan belajarlah.

Minggu, 04 Mei 2014

Karena Ongkos Pernikahan Mahal

Karena ongkos pernikahan mahal...
banyak yang memilih jalan pintas, hamil dulu nikah kemudian...
Jika sudah hamil orang tua si gadis yang tak lagi perawan buru-buru ingin menikahkan anaknya yang kadung malu, tak minta syarat apapun, tak minta uang dapur atau apalah namanya asal anaknya dinikahi...

Karena ongkos pernikahan mahal...
banyak orang yang ragu akan kemampanan dirinya..
sampai-sampai otaknya terdoktrin "ah, biaya resepsi saja mahal apa lagi nanti hidupin anak istri? mereka mau makan apa?"

Sabtu, 03 Mei 2014

Inilah hidupku

Inilah hidupku...
tak ada kepura-puraan ...
aku tidak igin memakai topeng kebaikan apapun ...
baik dan buruk inilah hidupku ..

Inilah hidupku ...
Yang tidak memiliki kesempurnaan apapun ...
Karena aku tidak mau seorangpun berharap apapun dariku ...
Aku hanya butuh diterima dengan baik, jika tidak aku pergi ...
karena aku juga tidak berharap apapun dari diriku sendiri, kau, dia, mereka, atau siapapun ...

Inilah hidupku ...
Bukan hidupmu ...
Bukan hidup siapapun ...

Jumat, 02 Mei 2014

Kebaikan Istri Tidak Bergantung pada Suaminya

Seorang istri yang baik dan istri yang tidak baik tidak bergantung pada suaminya. Walaupun istri seorang nabi tidak menjamin istrinya itu tidak menghianatinya. Contohnya istri Nabiyullah Nuh A.s dan Nabiyullah Luth A.s, Allah berfirman: 

..... dan dikatakan kepada keduanya (istri nabi Nuh dan istri nabi Luth), "Masuklah ke neraka bersama-sama orang-orang yang masuk neraka (Qur'an Surat At-Tahrim ayat 10)

Begitu juga istri yang baik lagi sholihah, akan tetap dinilai baik dan sholihah walaupun boleh jadi suaminya seorang ahli neraka, seperti istri Fir'aun. Istri Fir'aun berdo'a seperti yang Allah abadikan dalam Qur'an surat At-Tahrim ayat 11: 

"Ya Tuhanku bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."

Wallahu a'lam bishowab