Jumat, 17 April 2015

SAJAK BEBAS



Sajak ini telah lama kehilangan nilai puitika, estetika dan sublimatika sebab dengan nilai-nilai keindahan dan kehaluslembutan tidaklah menjadikan seseorang seperti penguasa penindas dan koruptor akan tersentuh hatinya. 

Apalagi merasa malu dan introspeksi sebaliknya akan membuat mereka ambisi untuk menindas, menghidup suburkan pencuri. 

Jadi inilah sajak terang benderang seperti bendera dikibas angin di udara terbuka, merdeka. 

Sajak tanpa tawar menawar bebas dan sebebas-bebasnya memilih kata, tidak seperti kalian yang memilih cara bergaya dan mengelabui diri sendiri atau orang lain untuk menutupi kebodohan, kebobrokan nilai pribadi yang telah menghisap-sedot-habisi darah rakyat sendiri.

Inilah sajak bebas tanpa alamat surat, pedas untuk para pengkhianat yang tidak akan pernah hilang tujuan kekuasaan yang tidak berpihak pada rakyat, serta penderitaan yang mereka sandang akibat baju demokrasi yang dilipat.

Yogyakarta 1989

A. Syahril

Senin, 06 April 2015

Masihkah?

Temaram malam menelan kerinduan
Masih kau mengingatiku?
Tidak lagi?
Mengapa?

Tak terjelaskan seperti tak terjelaskannya mengapa aku masih rindu

Minggu, 05 April 2015

Yang Membawa Ke Surga Adalah Amal Diri Kita Sendiri



Setiap orang pasti menginginkan jodoh yang baik, bertanggungjawab dan Soleh. Pokoknya sesempurna mungkin. Bahkan menginginkan calon suami atau istri yang bisa membawa ke surga, :D jadi sebelum menikah harus ada jaminan dulu ya suami atau istrinya masuk surga apa engga, hihihi yang Bener aja kan. Lagian siapa yang menjamin kita akan masuk surga apa engga, itu hak prerogatif Allah yang menyeleksi orang itu layak masuk surga apa engga. :D hihihi. 

Jadi jangan mempersulit diri sendiri dengan menetapkan standar kualitas tinggi, bukan orang lain yang membawa kita ke surga tetapi amal kita sendiri. Toh kita ga kan ikut ke neraka jika suami atau istri kita masuk neraka kalo amal kita emang baik dan diterima Allah. 

Dan tidaklah seseorang membuat dosa melainkan kemudhorotannya kembali kepada dirinya sendiri dan seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain (Q. S. Al-An’am: 164)

Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya (Q. S. Al-Mudatsir: 38)

J intinya memilih yang baik itu wajib, tapi jangan membuat kita terjebak jodoh kita harus sempurna. Jangan mempersulit diri sendiri. sholat 5 waktu jalan (syukur-syukur sholat sunah juga :D), tidak pelit berinfak, rajin puasa Ramadhan (syukur-syukur puasa sunah dan juga :D) naik haji Mah nanti kalo udah nikah aja kali ya hahahah , bertanggungjawab, bisa ngaji, dinilai baik di mata masyarakat itu sudah lebih dari cukup. 

:D semoga manfaat buat para pembaca!!